Thursday, July 21, 2011

Imam Muda (MTV Hambamu) Mawi feat. Akhil Hayy & Imam Muda 1.

Imam Muda (Ujian Hidup by Lyrics) IM Asyraf,Aran,Azhar,Abe Shara & Nuri

ahlan wasahlan ya ramadhan

Sempena menunggu ketibaan bulan ramadhan yang tidak lama lagi,hari ini ana mahu tulis entry mengenai kelebihan2 bulan puasa yang amat ditunggu oleh semua umat islam...sebagai peringatan untuk diri ana dan kita semua......

1) Bulan Ramadhan adalah bulan keampunan. Di dalam bulan ini segala dosa akan diampunkan oleh Allah jika kita banyak berdoa dan memohon ampun kepadaNya. Setiap dari kita yang bernama manusia sudah tentu tidak terlepas dari melakukan dosa-dosa semasa hidup di dunia ini. Ambillah keberkatan yang ada pada bulan ini dan ikhlas memohon kepadaNya supaya dosa-dosa yang telah dilakukan akan diampunkan.

2) Bulan yang ada padanya Lailatul Qadar. Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam yang paling baik ini dikurniakan kepada umat islam untuk mendapatkan keampunan dari Allah dan mendapatkan pahala melalui amalan yang dilakukan pada malam tersebut. Segala amalan yang dilakukan pada malam ini akan digandakan pahala amalannya.

3) Bulan yang padanya permulaan penurunan Al Quran. Al Quran kitab suci agama islam yang menjadi mukjizat sehingga ke hari kiamat. Al Quran adalah pembimbing kepada umat islam agar tidak tersesat dalam hidup mereka selagi mereka terus berpegang kepada kitab suci ini. Pada bulan Ramadhan ini kita sangat-sangat digalakkan untuk memperbanyakkan bacaan Al Quran untuk mendapat ganjaran pahala yang besar.

4) Bulan pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup. Pinta syurga akan dibuka seluas-luasnya dan pintu neraka akan ditutup serapat-rapatnya. Ianya adalah sebagai tanda kemuliaan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkatan. Syurga adalah tempat yang di idam-idamkan oleh semua orang pada hari akhirat nanti.

5) Bulan tiada syaitan yang bermaharajalela. Pada bulan yang mulia ini syaitan-syaitan akan dibelenggu. Tiada lagi makhluk yang bernama syaitan yang akan menghasut manusia ke arah kemungkaran. Tapi manusia masih mempunyai nafsu untuk dihalang agar dijauhkan dari melakukan kemungkaran.

6) Bulan pahala amalan dilipat gandakan. Segala amalan kebaikan pada bulan ini akan digandakan amalan kebaikan tersebut. Pada bulan ini kita sangat-sangat digalakkan memperbanyakkan amalan sunat seperti sedekah, selawat, berzikir, membaca Al Quran dan banyak lagi amalan-amalan lain. InsyaAllah segala amalan yang kita lakukan akan dilipat gandakan oleh Allah.

7) Bulan yang agung dalam islam. Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia berbanding bulan-bulan islam yang lain. Ini kerana pada bulan ini banyak keberkatan dan rahmat Allah yang dikurniakan kepada hamba-hambanya.

Semoga dengan kelebihan yang terdapat pada bulan Ramadhan yang mulia ini akan membuatkan kita semakin kuat untuk melakukan ibadah kepada Allah. Semakin banyak amalan yang dilakukan mudah-mudahan akan memberi semakin banyak pahala kepada kita. InsyaAllah.

Thursday, July 14, 2011

Mengenal Aqidah Syi’ah


Syi‘ah adalah kelompok aliran aqidah yang secara umum menyimpang dari aqodah Ahlussunnah wal jamaah. Di dalam tubuh syi‘ah sendiri ada banyak sekte dan pecahan. Diantaranya yang paling terkenal adalah Syi‘ah Imamiyah atau Syi‘ah imam 12.

Penyimpangan Aqidah:
Meski latar belakang awal mula berdirinya lebih merupakan masalah politis, namun pada perkembangan berikutnya, kelompok Syiah berkembang menjadi sebuah paham aqidah tersendiri yang menyimpang. Penyimpangan itu bila disimpulkan antara lain:

1. Sekte Sabaisme dalam Syiah berkeyakinan bahwa Jibril salah menurunkan wahyu kepada Muhammad, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib.

2 . Mereka memiliki mushaf Al-Quran versi mereka sendiri yang isinya tidak sama dengan mushaf yang dikenal sekarang ini. Kulaini menjelaskan dalam bukunya ?Al-Kafi? bahwa Ja‘far Shodiq berkata,?Kami mempunyai mushaf Fathimah. Sebuah mushaf yang isinya seperti Al-Quran kalian 3 kali. Demi Allah, tidak ada satu huruf pun isinya dari Al-Quran kalian?.

3. Mereka meyakini bahwa imam mereka ada 12 dan semuanya memiliki mukjizat seperti Nabi dan telah diberi wasiat dan rahasia ajaran Islam. Sehingga mereka berhak menerangkan ajaran Islam yang orang lain tidak diberitahu menjadi rahasia mereka sendiri. Mereka yakin bahwa para imam itu dititipi ilmu oleh Rasulullah SAW untuk menyempurnakan syariat. Tidak ada perbedaan antara imam dengan Rasulullah SAW kecuali bahwa Rasulullah SAW menerima wahyu.

4. Para imam itu diyakini berada pada derajat ma‘shum yang tidak mungkin berdosa dan terpelihara dari segala kesalahan, kelalaian serta dosa-dosa baik besar atau kecil.

5. Mereka meyakini bahwa imam mereka yang ke-12 sedang ghaibah (menghilang) ke dalam sebuah gua di Samara (surro man ra‘a), sebuah kota kecil di Iraq dekat sungai Tigris utara Baghdad. Suatu hari nanti imam ke-12 itu akan muncul lagi (roj‘ah). Karena itu sekarang setiap ba‘da maghrib mereka rajin berdiri di pintu gua bahkan menyediakan sebuha kendaraan untuk pergi. Perbuatan ini terus berlangsung tiap malam. Harapan mereka imam itu akan datang untuk memenuhi keadilan sebagaiman bumi sedang dipenuhi dengan kekejaman dan kezoliman. Imam ke-12 ini juga akan melacak lawan-lawan syiah sepanjang sejarah.

6. Dalam menyebarkan paham yang sesat seperti ini senjata andalan mereka adalah TAQIYAH, yaitu siasat berbohong dan menyembunyikan sementara inti ajaran mereka dan identitas aqidah mereka sehingga orang mengira apa yang mereka ajarkan itu sesuai dengan aqidah mereka sebelumnya. Sat orang-orang itu sudah percaya dan bertambah taat, baru identitas asli ajaran mereka dibenamkan. Karena itu semua fakta yang kami sampaikan disini pasti tidak ada satupun yang mereka akui. Mereka punya seribu satu macam cara untuk mengingkari fakta-fakta ini, karena mereka punya prinsip taqiyah. Sehingga orang-orang awam yang sebelumnya sudah paham tentang sesatnya syiah akan berbalik menjadi pembelanya. Senjata ini benar-benar ampuh untuk memperdaya generasi muda Islam yang ilmu sejarahnya dangkal dan wawasannya sempit.

7. Salah satu daya tarik mereka untuk mencari pendukung adalah ?fasilitas? kawin mut‘ah atau kawin kontrak. Hakikatnya tidak lebih dari pelacuran yang diberi kemasan agama. Dengan beragam dalih, mereka menghalalkan zina seperti ini. Memang sejarahnya, Rasulullah SAW pernah membolehkan nikah mut‘ah, namun setelah itu dilarang secara total dan hukumnya dinasakh. Semua shahabat dan para ahli ilmu sepakat bahwa mut‘ah itu telah diharamkan Allah selamanya. Oleh kelompok syiah, nikah seperti ini dibolehkan dan menjadi salah satu pesona dan daya tarik buat mereka yang suka zina.

8. Mereka juga memiliki hari raya yang lebih mereka hormati dari Idul Fithri dan Idul Adha, yaitu hari raya Ghadir Khom. Selain itu mereka juga mengagungkan hari raya Nairuz, hari raya agama majusi penyembah api. Juga hari raya tanggal 9 Rabiul Awwal sebagai hari raya ?bapak? mereka, Abu Lu‘lu‘ah. Abu Lu‘lu‘ah adalah orang yang berhasil membunuh Umar bin Al-Khattab.

9. Kebencian mereka kepada para sahabat Nabi dan mengatakan mereka berdosa telah merampas khilafah dari Ali bin Abi Thalib. Sebagian syiah malah mengkafirkan para shahabat Nabi radhiyallahu anhum. Sebaliknya mereka mengagungkan ahlul bait atau keluarga nabi. Ahlul bait ini adalah para shahabat nabi yang utama, tetapi oleh kelompok syiah ini, ahlul bait diseret-seret masuk dalam perangkap aqidah mereka, sehingga seolah-olah antara ahlul bait dengan shahabat yang lain ada pemisah dan permusuhan.

Padahal di zaman para shahabat, syiah yang sesat seperti ini belum lagi muncul. Bahkan Hasan dan Husein serta Ali Zaenal Abidin yang sering mereka klaim sebagai imam mereka pun tidak tahu menahu dengan ulah syiah sesat ini. Syiah yang sesat ini baru muncul jauh di kemudian hari setelah generasi para shahabat dan sebagian tabi‘in telah meninggal.

Aktor intelektual di belakang syiah sesat ini tidak lain adalah Abdullah bin Saba‘ yang dalam sejarah otentik terbukti menjadi provokator di wilayah-wilayah Islam. Dia telah menyebarkan fitnah, berita bohong, kebencian kepada para shahabat serta paham yang merusak. Dia tidak lain adalah yahudi Yaman yang berpura-pura masuk Islam. Identitas keyahudiannya sangat menonjol ketika dia mengajarkan tentang imam yang akan muncul (raj‘ah), tidak mati, menjadi raja di bumi, mengathui apa yang tidak diketahui orang dan lain-lain. Ini tidak lain berakar pada paham yahudi, agama yang dipeluknya masih diakuinya bahwa selama ini dia masih beragama yahudi.

Ali bin Abi Thalib sendiri sebagai tokoh yang dijadikan umpan oleh Abdullah bin Saba‘ untuk memunculkan konflik di antara para shahabat, bukan tidak tahu ulahnya. Bahkan Ali bin Abi Thalib sendiri yang berkehendak untuk membunuhnya. Namun atas nasehat dari Abdullah bin Abbas, musuh islam itu tidak jadi dibunuh namun di buang ke Madain.

Sosok Abdulah bin Saba‘ oleh para pengikut fanatik syiah sering dikabur-kaburkan dan dengan segala argumentasi mereka mengatakan bahwa Abdullah bin Saba‘ adalah tokoh fiktif serta sekedar tokokh rekaan musuh-musuh syiah. Padahal sejarah dunia telah mengenal sosok ini dengan beragam ulahnya meski mereka memungkiri dengan berbagai dalih.

PEMIKIRAN DAN AQIDAH FIRQOH AL-AHBASY

[1]. Mereka mengaku berada di atas madzhab Imam Syafie, baik dalam masalah aqidah ataupun fiqh. Tetapi pada kenyataannya, mereka sangat jauh dengan pengakuan yang mereka katakan. Bahkan mereka berani mentakwilkan sifat-sifat Allah dengan tanpa kaidah yang benar menurut syar’i. Mereka menatkwilkan istiwa Allah dengan istiilaa sebagaimana takwil yang telah dilakukan oleh orang-orang Mu’tazilah dan Jahmiyah.

[2]. Mereka mengatakan, bahwa lafazh Al-Qur’an adalah dari Jibril, bukan dari Allah. Anggapan yang sembrono ini tercantum dalam kitab mereka yang berjudul ‘Izharul Aqidah As-Suniyah, halaman 591.

[3]. Dalam masalah iman, mereka mengatakan bahwa iman seseorang selamanya akan sempurna dan tidak akan pernah rosak, walaupun orang tersebut tidak pernah menegakkan rukun-rukun Islam yang ada. Pendapat seperti ini termasuk dari aqidah Murji’ah Jahmiyah.

[4]. Dalam bab Tauhid, mereka seperti Jabriyah yang meyakini bahwa Allah lah yang telah mendorong orang kafir melaksanakan kekafirannya. Seorang hamba tidak mempunyai kuasa atau kemampuan untuk menolaknya. Pendapat seperti ini, jelas sangat keliru, karena menurut pandangan Ahlus sunnah wal Jama’ah, setiap manusia mempunyai kehendak untuk memilih jalan kebenaran dan kesesatan, sebagaimana manusia juga bisa memilih yang baik untuk kehidupan dunia mereka

.[5]. Mereka menganjurkan kepada manusia untuk beribadah ke kuburan, meminta pertolongan dan hajatnya kepada orang-orang yang telah meninggal. Bahkan firqah Al-Ahbasy ini berkeyakinan, bahwa orang yang telah meninggal akan keluar dari kuburan untuk menolong manusia, kemudian akan kembali lagi setelahnya. Disamping itu, firqah sesat ini juga membolehkan manusia untuk meminta perlindungan kepada selain Allah dan meminta barakah kepada batu.

[6]. Kelompok ini banyak merajihkan hadits palsu untuk menguatkan madzhab mereka dan sebaliknya, mereka melemahkan hadis shahih yang bertentangan dengan ajaran mereka.

[7]. Mereka banyak mencela para sahabat Nabi S.a.w, seperti Muawiyah, Aisyah, Khalid bin Walid. Menurut anggapan kelompok ini, orang-orang yang ikut bersama Mu’awiyah untuk melawan Ali, maka mereka meninggal dalam keadaan Jahiliyyah.

[8]. Mereka juga mengkafirkan banyak para ulama. Misalnya : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim. Ibnu Kathir, Imam Adz-Dzahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab, Syaikh Nashiruddin Al-Albani, dan sebagainya.

[9]. Mereka juga banyak mengeluarkan fatwa-fatwa yang menyempang. Sebagai contoh : melihat, berikhtilat, dan berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram adalah halal, wanita yang berhias dan tabarruj boleh keluar rumah walaupun tidak dizinkan oleh suaminya.Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan mereka yang harus diwaspadai